Kisah Ketua Fraksi PAN Kesulitan Keluar Kompleks DPR

Jakarta – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Mulfachri Harahap tak bisa keluar dari Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/11) malam, menyusul kebijakan menutup akses masuk dan keluar wilayah itu akibat derasnya arus massa pendemo 4 November. Mulfachri berkisah, dirinya berada di kantornya hingga malam hari karena harus mengerjakan sejumlah tugas. Dia tak tahu kalau ada kebijakan tersebut. “Saya tak tahu. Ini malam, saya harus ke bandara karena harus keluar kota. Saya jadinya tak bisa keluar,” kata Mulfachri yang berada di dalam mobilnya. Dia lalu memanggil komandan petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR untuk mengetahui situasinya. Mulfachri meminta agar gerbang belakang DPR yang hendak dilalui, dibuka. Namun petugas yang berjaga, terdiri TNI, Brimob, dan Pamdal DPR tetap tak mau membuka pintu. Pamdal DPR menyatakan bahwa tanggung jawab utama pengamanan sudah diserahkan ke aparat TNI dan Brimbob. Mulfachri lalu menelepon seorang petugas Brimob agar memberikan akses keluar. Sebab dirinya benar-benar harus mengejar pesawat. Sejumlah petugas Pamdal lalu bergerak cepat. Mereka saling berkomunikasi untuk mencarikan solusi yang bisa diberikan kepada Mulfachri. Akhirnya, Mulfachri bisa keluar dengan mobilnya, lewat akses rahasia yang mereka tunjukkan. Markus Junianto Sihaloho/WBP BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu