Pentingnya Memilah Kemasan Aseptik

Jakarta – Kemasan aseptik merupakan hasil inovasi teknologi karena memiliki lapisan kertas, aluminium dan plastik sehingga anti bocor dan mampu melindungi isi kemasan dari ancaman bakteri. Namun, kelebihan itu membuat kemasan aseptik sulit didaur ulang. Untuk itu, sangat penting melakukan memilah dan mengumpulkan kemasan aspetik untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Mengapa demikian? Environment Manager Tetra Pak Indonesia, Reza Andreanto, mengatakan, awalnya kemasan aseptik tidak dapat didaur ulang. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya bekerjasama dengan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Kementerian Perindustrian (Kemperin) akhirnya menemukan cara dan teknologi untuk mendaur ulang kemasan tersebut. “BBPK telah melakukan serangkaian penelitian yang menunjukan potensi kemasan aspetik, khususnya Tetra Pak, untuk didaur ulang,” kata Reza, di sela kegiatan Hello Nature 2016 , di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Minggu (27/11). Bahkan, lanjut Reza, hasil daur ulang itu dapat menghasilkan barang baru ynag bermanfaat dan bernilai ekonomi atau disebut dengan up-cycle. Hal itu dilakukan karena pihaknya berkomitmen untuk mengurangi dampak dari kemasang terhadap lingkungan. “Pada 2015, tercatat sebanyak 2.000 ton kemasan karton kami telah terdur ulang dalam pertahunnya,” ungkap dia. Namun, kata Reza, teknologi tersebut masih belum diimbangi dengan tingkat kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengumpulkan kemasan aspetik. “Hal itu, terlihat dari angka kenaikan jumlah kemasan karton yang di daur ulang masih sekitar 20 persen hingga 30 persen per tahun,” jelas Reza. Untuk itu, lanjutnya, Tetra Pak Indonesia mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan dengan memilah dan mengumpulkan kemasan tersebut. Caranya adalah edukasi gerakan 3L, yaitu Lepas lipatan diatas dan dibawah kemasan, Lipat menjadi, Letakan di tempat yang tepat. Untuk mengedukasi cara tersebut, Riza mengatakan, pihaknya hadir dan mendukung acara Hello Nature 2016. Di acara tersebut, pihaknya memperkenalkan proses mendaur ulang kemasan bekas aspetik untuk dijadikan produk daur ulang yang bernilai ekonomis. Diantaranya adalah membuat kemasan tersebut menjadi sebuah celengan dan kotak pensil yang telah di jual secara online. “Kami berharap 3L dapat dimulai dari lingkungan keluarga sehingga kedepannya akan lebih banyak lagi orang Indonesia yang menyadari akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan alam yang lestari,” jelasnya. Indah Handayani/FER Investor Daily

Sumber: BeritaSatu