Clinton Unggul, Trump Salahkan Moderator

New York – Donald Trump menyalahkan moderator dan mikrofon yang dinilainya buruk, sehingga Hillary Clinton tampil lebih cemerlang dibandingkan dirinya, dalam debat publik perdana kandidat presiden Amerika Serikat (AS). Hasil jajak pendapat menunjukkan Hillary lebih unggul dibandingkan Trump, dalam debat publik yang berlangsung di Hofstra University di Hempstead, New York, Senin (26/9) malam, atau Selasa (27/9) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB). Trump bersikeras dia telah melakukan penampilan yang “sangat baik”. Namun dia menuduh moderator debat, Lester Holt, lebih bersikap keras terhadapnya dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dibandingkan kepadaa Hillary. Trump juga menampik dugaan bahwa dia mengalami pilek karena suaranya terdengar sengau saat debat tersebut. Hal itu, sempat menjadi spekulasi di media massa dan media online. “Saya tidak pilek dan tidak ada alergi. Saya telah diberi mikrofon dengan volume yang lebih rendah daripada Hillary Clinton,” kaata Trump. Debat capres AS perdana disaksikan sekitar 80 juta orang dan menjadi yang paling populer dalam sejarah. Hillary dinilai menguasai materi debat, dan mampu menghadapi serangan Trump dengan tenang. Pascadebat publik perdana, Trump dan Hillary melanjutkan agenda kampanye mereka. Tim Kampanye Hillary mengumumkan telah mendapat dukungan dari mantan Senator Virginia, John Warner, seorang Republikan yang juga menjabat sebagai sekretaris Angkatan Laut pada 1970-an. Warner dijadwalkan tampil dalam kampanye di Virginia Utara dengan Clinton dan calon wakil presiden Partai Republik, Tim Kaine, pada Rabu (28/9). Sedangkan Tim Kampanye Trump mengumumkan rencana menghabiskan US$ 100 juta untuk iklan televisi sebelum hari pemilihan. Menurut juru bicara kampanye Trump, Jason Miller, pihaknya telah menganggarkan sekitar US$ 20 juta untuk iklan televisi yang dijadwalkan mengudara di primetime, dan sekitar US$ 13 juta ditujukan untuk pemilih Florida. Jeanny Aipassa/JAI Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu