Panglima TNI: Semua Praja IPDN Adalah Pejuang

Sumedang – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan Ceramah Umum kepada Civitas Akademika dan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/12). Dalam kesempatan ini, Gatot mengajak seluruh praja IPDN untuk berjuang dan bergotong royong mewujudkan Indonesia menjadi bangsa pemenang. “Mengapa berjuang? Karena kalian semua adalah pejuang-pejuang. Tidak mungkin lulusan SMA sederajat, waktunya sore-sore hari bermain nikmati masa remaja, jalan-jalan ke mal, nonton, tetapi kalian masuk ke tempat ini yang penuh disiplin,” kata Gatot. Seluruh praja IPDN dan komponen bangsa, lanjut dia, merupakan keturunan pejuang. Pejuang, kata Gatot, mempunyai jiwa ksatria. “Kita semua keturunan dari ksatria-ksatria dan patriot nusantara. Karena kumpulan ksatria, kalau ada teman angkat meja berat apa yang dilakukan? Membantu. Kita tidak bisa lihat orang lain lemah,” tegasnya. Menurut Gatot, semangat gotong royong hanya ada di tempat yang semua manusianya kumpulan ksatria. “Kita harus berjuang gotong royong untuk wujudkan Indonesia jadi bangsa pemenang,” ujarnya. Seusai ceramah umum, Gatot mengingatkan pentingnya untuk menjaga kebhinnekaan. Sebab, lanjutnya, banyak negara besar yang terpecah karena tidak dapat menerima perbedaan. “Uni Soviet sekarang ini Rusia, dulu negara adidaya yang kuat. Tapi dalam waktu singkat menjadi 15 negara karena perbedaan bahasa, agama, karena ekonomi,” kata Gatot. Dia mengungkapkan, Indonesia kaya akan perbedaan seperti agama, suku, bahasa, warna kulit, termasuk jenis rambut. Segala perbedaan itu sanggup dirawat. “Indonesia sukunya beda, bahasanya beda, warna kulitnya beda, kondisi ekonominya berbeda, punya beribu pulau. Kalau tidak dijaga kebhinnekaan itu, maka akan hancur,” ucapnya. Carlos KY Paath/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu