Proyek MRT Jakarta Maju Pesat

Jakarta – Proyek mass rapid transit (MRT) atau sarana transportasi massal cepat di Jakarta terus mengalami kemajuan sejak digulirkan awal tahun ini. Berdasarkan pantauan belum lama ini, pembangunan stasiun hub Dukuh Atas sudah mulai menunjukkan bentuk fisik infrastruktur baik untuk bawah tanah maupun yang elevated (di atas permukaan). “Total pekerjaan konstruksi sipil 56 persen; untuk yang underground 74 persen, elevated 38 persen, jadi overall 56 persen,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami kepada Beritasatu News Channel di lokasi proyek. Dia menyebutkan progress tersebut didasarkan pada data terakhir di bulan September. Kenapa justru yang proyek bawah tanah lebih cepat dibandingkan yang elevated ? Menurut Dono, kendala pengerjaan proyek elevated adalah lahan, yang belum semuanya dikuasai dan relatif sempit. Selain itu, proyek di atas permukaan juga harus meliputi pemindahan fasilitas publik seperti kabel atau pipa dan saluran air. “Kalau di sini kan lahan negara di bawah tanah, tidak terlalu terganggu soal relokasi utilitas dan sebagainya,” jelas Dono. Selain itu, proyek bawah tanah yang menggunakan bor raksasa dari Jepang juga dimulai lebih dahulu, tambahnya. Berikut liputan kami: Heru Andriyanto/HA BeritaSatu TV

Sumber: BeritaSatu