Di Euro 2016, Hungaria Melepas Beban Generasi Lama

JUARA.net – Kiper Hungaria di Euro 2016 sudah berusia di atas 40 tahun. Penyerangnya menjalani periode lebih dari 1,5 tahun tak mencetak gol. Rekor negaranya buruk, 44 tahun dan hampir 16.068 jam tak bikin gol di pentas Euro. Penulis: Riski Indra Sofa Sederet angkat-angka di atas adalah fakta yang dibawa tim nasional Hungaria untuk tampil di Prancis 2016. Sang kiper yang dimaksud adalah Gabor Kiraly, pria tertua di ajang Euro. Usianya boleh tua, tetapi Kiraly masih mampu secara sigap untuk menjaga gawangnya. Ia tidak kebobolan melawan Austria (14/6) dan kejebolan sekali lewat titik putih saat bersua Islandia empat hari berselang. Penyerang yang dibicarakan di awal artikel ini adalah Adam Szalai. Eks pemain Real Madrid Castilla (2007-2010) itu sempat menjalani ketumpulan selama 41 laga secara beruntun buat klub dan negara di semua ajang, terbentang selama 20 bulan alias lebih dari 1,5 tahun! Gol terakhir yang ia ciptakan adalah ke gawang Eintrach Frankfurt di Bundesliga pada Desember 2014. Setelah itu, periode suram Szalai dimulai. Sampai akhirnya ia memutus rentetan buruk tersebut. Ibarat sebuah skenario film dramatis dengan twist hebat di ujung cerita, Szalai mengakhiri ketumpulan dengan mencetak gol ke gawang Austria pada partai perdana mereka di Euro Prancis 2016! Gol Szalai memutus rangkaian tanpa gol Hungaria di ajang Euro selama 16.068 jam. Maklum, di periode 44 tahun itu, Hungaria absen tak mengikuti Euro. Bukan karena tak mau, tetapi tak mampu. Sejak Euro 1976 di Yugoslavia sampai Euro Polkraina 2012, Hungaria tak pernah lolos fase kualifikasi. Karena itu, generasi tim terkini memberi kebanggaan tersendiri. Tak hanya lolos ke putaran final Prancis 2016, Szalai cs. mampu memuncaki Grup F dari dua laga pertama. Anak asuhan Bernd Storck ini seperti ingin mengembalikan kejayaan masa lalu, yang sempat sukses dengan menjadi finalis Piala Dunia 1938 dan 1954, serta bisa mencapai peringkat ketiga Euro Spanyol 1964. Ketika itu, generasi emas The Magyars diisi para pemain brilian kelas dunia nan melegenda seperti Ferenc Puskas, Zoltan Czibor, Sandor Kocsis, hingga Jozsef Boszik. Generasi Hungaria terkini belum dan tak bisa disamakan dengan skuat tersukses mereka. Bomber Hungaria , Krisztian Nemeth, juga menolak dikomparasikan dengan para pendahulunya. Nemeth meyakini perbandingan tak memberikan dampak positif apa pun buat perjalanan mereka di Euro 2016 . Nemeth benar. Hungaria memang lolos ke babak 16 besar Euro 2016 , namun menyerah 0-4 dari Belgia. “Pencapaian terdahulu Hungaria tak pernah menjadi beban karena kita hidup di masa kini. Kami semua sangat bangga dengan pencapaian para pendahulu, tetapi saya tak melihat manfaat untuk membandingkan diri kami dengan mereka. Kami hanya perlu melihat masa depan sendiri,” kata Nemeth di Reuters.

Sumber: Juara.net