Ahok Ingin Wujudkan Keadilan Sosial di Jakarta

Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbicara mengenai keadilan sosial untuk warga DKI. Keadilan sosial, katanya, merupakan hal yang sangat ingin dilakukannya di DKI Jakarta. Menurutnya, keadilan sosial selalu mendidik dan membangun masyarakat, berbeda dengan bantuan sosial yang sesungguhnya tak pernah ingin dikerjakannya. Dalam keadilan sosial, orang yang menerima dan mengeluarkan uang akan merasa ikhlas. “Kalau bantuan sering kali tidak ikhlas. Apalagi zaman pilkada begini. Fungsi pejabat itu mengadministrasi keadilan sosial,” kata Basuki di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/12). Keadilan sosial yang tengah diperjuangkannya saat ini, di antaranya dengan memperbaiki sistem Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang sengaja tidak bisa ditarik tunai supaya masyarakat teredukasi untuk tidak menyalahgunakan uang KJP yang diberikan. Pihaknya juga mempersiapkan pembangunan vila bagi para jompo di Ciangir, supaya para jompo bisa menghabiskan masa tuanya dengan indah dengan bantuan dari pemerintah. Rencana penerbitan Kartu Jakarta One, lanjutnya, juga salah satu terobosan keadilan sosial yang ingin diberikannya kepada masyarakat. Kartu Jakarta One ini bisa digunakan untuk berbagai hal. Misalnya, kalau ada orang miskin terkena bencana dan Pemprov DKI ingin memberi bantuan kepadanya, bisa langsung dikirim ke rekening orang itu, termasuk juga bantuan, seperti beras. Tidak hanya itu, bagi anak-anak yang tinggal di rumah susun (rusun), pihaknya juga memberikan berbagai pelatihan dan kegiatan untuk membangkitkan semangat mereka. Misalnya, digelar pertandingan bola antar-rusun dan pemenangnya dikirim ke Spanyol untuk melihat aksi salah satu klub sepakbola, Valencia, serta mendapat pelatihan dari sana. “Di rusun mereka bisa belajar macam-macam. Bahasa Inggris, nyanyi, menari. Saya ingin membangkitkan semangat anak-anak rusun. Mereka mesti dibangkitkan rasa percaya dirinya,” kata Ahok. Oleh karena itu, ia yakin ke depan keadilan sosial di Jakarta bisa terwujud, asalkan Ahok-Djarot diberi kesempatan untuk mengemban jabatan gubernur dan wakil gubernur selama dua periode. “Makanya waktu keluar dari sini, Bapak-Ibu harus bicara sama teman, saudara, chat di grup. Ahok minta perpanjang dua periode, supaya saya mampu mengadministrasi keadilan sosial,” pungkasnya. Deti Mega Purnamasari/AB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu